SITUS BUMIAYU
Amanat Ratusan Tahun: Jejak Naskah Kuno dan Wayang Sakral di Brebes
Aksara dan lembaran rapuh yang bertahan melintasi zaman ini adalah bukti autentik bahwa masyarakat Brebes dahulu juga memiliki tradisi tulis yang kuat
Rafiq Prayogo
5/30/20262 min baca
Wilayah Brebes selama ini seringkali dianggap sebagai daerah transisi kebudayaan antara kebudayaan Sunda dan kebudayaan Jawa. Secara historis, posisinya berada di wilayah pinggiran yang jauh dari pusat kerajaan--baik dari Kerajaan Sunda sebelah barat maupun Kerajaan Jawa yang ada di sebelah timur.
Kondisi geografis dan politis masa lalu ini melahirkan asumsi di kalangan sejarawan bahwa tidak adanya sumber tertulis yang ditemukan di Brebes, baik itu prasasti ataupun manuskrip. Sehingga sulit sekali untuk menyususn dan menginterpretasikan sejarah Brebes secara kronologis.
Namun, dalam penelusuran kami kali ini, anggapan tersebut kian terbantahkan. Kami tidak hanya menemukan sebuah bukti, tetapi kami juga berbicara jauh mengenai asal-usul dari bukti tersebut. Kami merekam, mencatat, dan bertanya langsung bagaimana sejarah itu bisa terwariskan.
Amanah yang Terwariskan
Kami berkesempatan bertemu dengan Sang Penjaga Warisan, sosok bersahaja yang hingga kini masih teguh menjaga amanah leluhurnya selama ratusan tahun. Di kediamannya, kami menemukan beberapa lembar manuskrip kuno serta peninggalan wayang bersejarah yang masih tersimpan dengan baik di dalam kotak pusaka. Penemuan ini menjadi bukti otentik bahwa Brebes bukanlah wilayah yang "buta" akan literasi di masa lalu. Sebaliknya, wilayah ini menyimpan rekam jejak spiritualitas dan kebudayaan yang sangat tinggi.
Melalui izin khusus yang terbatas, kami juga diperkenankan masuk ke dalam ruangan tempat penyimpanan kotak pusaka. Di dalamnya kami menjumpai sebuah kotak besar berbahan kayu dari pohon jati dengan seperangkat sesajen disandingnya. Beberapa diantaranya ada tumpeng, bubur merah-putih, wedangan, dan ingkung yang khas dalam prosesi ritual-ritual masyarakat di Pulau Jawa. Bapak Udin selaku ahli waris kedua menyampaikan bahwa sesajen-sesajen tersebut harus ada ketika pada malam-malam tertentu, yakni malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Tujuannya tidak lain ialah bagian dari meruwat benda-benda sejarah yang ada di dalam ruangan khusus pusaka tersebut.
Biasanya sesajen tersebut diletakkan di dalam ruangan pusaka pada hari Kamis sore harinya. Kemudian pada malam harinya (Jumat Kliwon/Selasa Kliwon) dilanjutkan dengan acara tawasul--yang juga dihadiri oleh para sesepuh keluarga. Setelah prosesi tawasul selesai, sesajen yang ada di dalam ruangan pusaka kemudian dikeluarkan untuk hidangan makan bersama jamaah yang mengikuti acara tawasulan. Sang penjaga warisan menuturkan bahwa bahwa amanah untuk merawat benda-benda ini disampaikan secara lisan dari sesepuh terdahulu: warisan ini harus dijaga sampai kapan pun dan mutlak tidak boleh dijual. Dan, Bapak Harjo dan Udin selaku ahli waris keluarga dengan setia merawat amanah dan tradisi tersebut.
Warisan Sejarah bukan Komoditas
Keberadaan naskah kuno ini menjadi titik balik penting bagi sumber primer tertulis Brebes. Aksara dan lembaran rapuh yang bertahan melintasi zaman ini adalah bukti autentik bahwa masyarakat Brebes dahulu juga memiliki tradisi tulis yang kuat. Penemuan ini seolah menjadi babak baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan sejarah di kawasan Situs Bumiayu dan Brebes pada umumnya.
Di tengah gempuran zaman modern di mana minat generasi muda terhadap hal-hal kuno semakin mengikis, komitmen Sang Penjaga Warisan layak diapresiasi setinggi-tingginya. Beliau menekankan bahwa motivasi terbaik dalam merawat kebudayaan seperti ini harus lahir dari ketulusan untuk menghargai diri dan para leluhur, bukan karena urusan materi atau uang.
Nilai terbesar dari naskah kuno dan wayang ini bukanlah harga jualnya, melainkan nilai sejarah dan historisnya yang tidak ternilai dengan angka. Harapan besar dititipkan kepada anak cucu dan generasi penerus agar mampu melanjutkan amal dan menjaga warisan berharga ini agar tidak hilang ditelan zaman.
Untuk lebih tahu detailnya mengenai kapan kotak pusaka dibuka, dan prosesi ritual tahunan yang diselnggarakan, simak rangkaian penelusuran eksklusif kami di kanal YouTube: Situs Bumiayu. Jangan lewatkan detail visual, pembacaan naskah, dan cerita mendalam dari Sang Penjaga Warisan. Klik link di bawah ini!
